Articles by "Jual Ular"

About Film About Iguana Accessories Hamster Afghan Hound Alamat Alasan alaskan malamut american bully American Cocker Spaniel american pit bull terrier Anak Anak Hamster Aneka Jual Cupang Aneka Varian Hamster Anime anjing Anjing Akita Inu anjing kawin aquaspace Arwana Arwana Golden Red Avatar Hamster Bagaimana Barang Murah basenji basset hound beagle Bedding Beli Hamster Beli Hewan Peliharaan Beli Ikan Beli Mamalia Beli Reptil beo Berita Pagi beruang Biawak bichon frise Biografi bird birman border collie Botak Botol Hamster Budaya dan Kesenian Buku Panduan Buku Panduan Hamster Buku Pertanyaan bulldog Bulu burmese Businesses Cake Cup Campbell Campbell Albino Campbell Argente Campbell Black Campbell Black Mottled Campbell Black Platinum Campbell Blue Campbell BlueFawn Campbell Dove Campbell Dove Mottled Campbell Flip Flop Campbell Lilac Campbell Lilac Satin Campbell Mozaik Campbell Normal Campbell Normal Mottled Campbell Opal Campbell Panda cara melatih anjing Cara Merawat Cat Show Cerita Daerah Chow-chow cihuahua Ciri-ciri ciri-ciri mamalia Computer Contact Person Cooking Culture Cup Cake Cupang dachshund dalmatian Design Ditinggal Dititipkan doberman Dudukan Botol Dudukan Botol Hamster Ekonomi Islam Entrepreneur Facebook faktor Fashion Film Financial Fish fisik anjing followers freshwaterfish Friends Gadget gajah Galeri Gallery Hamster Games Games December 2013 Gantungan Kunci Gecko gerbil german shepherd. herder Gex Go Green golden retriever Goresan Pemikiran great dane Grosir Hamster Grosir Jambi Guinea Pig Guppy habbit Hadiah Hamster Hamster Berantem Hamster Cage Hamster dan Anak Kecil Hamster Food Hamster Hamil Hamster Indonesia Hamster Info Hamster Jambi Hamster Jelly hamster lahiran Hamster Langka Hamster Lover HAMSTER LOVER JAMBI Hamster Mini Hamster Murah Hamster Pemula Hamster Rare Hamster Roborovsky Handphone harimau Harus Health Hewan Peliharaan Hewan Unik Hibah Hobby Dan Bisnis Ikan Ilmiah Indonesia Induk Info Info Buaya Info Burung Indonesia Info Cucakrowo Info CucakRuwo info fish indonesia Info Gecko Info Hamster Lover Info Iguana Info Kura-Kura info mamalia indonesia Info Reptile Info Savannah Info Ular Info Varanus Informasi Teknologi Inspirasi Install Internet jack russel terrier Jambi Jamtos jenis Jenis dan Macam Jika Job Online Jogging Ball Jogging Wheel Jual Jual Alap-Alap Jual Anjing Jual Ayam Jual Biawak Jual Buaya Jual Burung Jual Burung Elang Jual Burung Hantu Jual Gecko Jual Hamster Jual Hewan Peliharaan Jual Hewan. Jual Iguana Jual Ikan Jual Katak Jual Kelinci Jual Kucing Jual Kukang Jual Kura-Kura Jual Laba-laba Jual Landak Jual Mamals Jual Musang Jual PowerBank Jual Reptil Jual Scorpion Jual Serangga Jual Tikus Putih Jual Ular Jual Varanus Jual-Beli kakak tua Kandang kandang anjing Kandang Burung Kandang Hamster Kandang Kelinci Kandang Kucing Kanibal karakteristik mamalia Kaskus katak kcerdasan dan tingkah laku anjing Keajaiban Dunia Kelinci Keluar Kematian Hamster kenari Kesalahan kintamani Komputer Kota Kuaci kucing Kucing Persia kuda Kue kura-kura labrador retriever lama hidup anjing Lampion Lampu Bulb Landak Mini Laptop Lhasa Apso Life Style LOL LoveBirds Lowongan Kerja macam-macam hewan mamalia macan Makan Makanan makanan anjing Makanan dan Kesehatan Makanan Hamster Makanan Racikan makanan yang dilarang untuk anjing maltese mamalia hewan yang menyusui Marketing marmut memelihara anjing Mengapa mengenal anjing Merak Miniature Pinscher Miniature Schnauzer Modem monyet Motivasi Movies Murah Music My Galery My Pets My Sweet Story Home Negeri New Item News Olahraga orangutan Padang pakan ikan Palembang Panduan papillon Pasir Zeolite pekingese Pembroke Welsh Corgi Pemelihara Pemula Penanganan Pengembangan Diri Pengumuman Kuis Penyakit penyakit anjing Penyebab Kematian Hamster perawatan Perawatan Iguana Pergi Perlengkapan Hamster Pernikahan Personality Test Pertolongan Photograph Photoshop Piala Piala Jambi Piala Murah Politik pomeranian poodle Pray For Indonesia Profil Usaha Promo pug Quiz and Games ragam ragdoll Rainbow Cake ras anjing murni Recommended Article Regional Ambarawa Regional Bali regional Balikpapan Regional Bandar Lampung Regional Bandung Regional Banjarmasin Regional Banten Regional Banyuwangi Regional Batam Regional Baturaja Regional Bekasi Regional Bengkulu regional Blitar Regional Blora Regional Bogor Regional Bojonegoro Regional Boyolali Regional Cilacap Regional Cimahi Regional Cirebon Regional Demak Regional Depok Regional Garut Regional Gresik Regional Jakarta Regional Jambi Regional Jawa Barat Regional Jawa Tengah Regional Jawa Timur Regional Jayapura Regional Jember Regional Kalimantan Selatan Regional Kalimantan Timur Regional Kebumen Regional Kediri Regional Klaten Regional Lampung Regional Madiun Regional Magelang Regional Makassar Regional Malang Regional Manado Regional Medan Regional Muntilan Regional Padang Regional Palembang Regional Palu Regional Pangandaran Regional Pekalongan Regional Pekan Baru Regional Pemalang Regional Pontianak Regional Purwokerto Regional Purworejo Regional Riau Regional Salatiga Regional Samarinda Regional Semarang Regional Sidoarjo Regional Singkawang Regional Solo Regional Sragen Regional Subang Regional Sumatra Selatan Regional Sumatra Utara Regional Surabaya Regional Surakarta Regional Tangerang Regional Tasikmalaya Regional Yogyakarta reproduksi mamalia Resep Kue Result Roborovsky Roborovsky Normal Roborovsky White Face Rontok Rottweiler Rough Collie Rujukan runa rusa Sahabat Ilmu Jambi saint bernard Sakit saluki samoyed Scorpion Scottish Terrier Seminar Seputar Hamster Serbuk Jati Service Laptop shar pei Shetland Sheepdog shiba inu shih tzu siam Siang siberian husky singa Skipsi Smartphone Gratis Soa Payung somali Sovenir Sports Sugar Glider Suka Sumatra Barat Sumatra Selatan Super Red Syrian Syrian Long Hair Syrian Short Hair Tahukah Kamu?? Tanda Tart Telopia Teman Tempat Nongkrong Termahal ternak Terrarium Terrier Tibet Tidur Tiket Pesawat Tips and Tricks tips hidup sehat Tips Merawat tonkinese toxoplasma Trophy Tropi Tropy Tugas Sayembara II twitter Uang Langka ular Usia Hamster Siap Kawin Varanus Vitamin Hamster Wadah Makan West Highland White Terrier Winter White Winter White Golden Red Eyes Winter White Pearl Red Eyes Wisata Yorkshire Terrier
Tampilkan postingan dengan label Jual Ular. Tampilkan semua postingan



Terimakasih sudah berkunjung,,
Bila Anda ingin lapak atau jualan Anda ingin ditampilkan disini, 
silahkan bergabung di grup facebook kami ( HAMSTER-INDO )
(boleh handphone, rumah, dll, namun di utamakan hewan peliharaan)

Dan bila Anda mencari hewan atau apapun itu, silahkan isi format dibawah ini:






Powered byEMF Online Form Builder

Topik ini sudah pernah diulas di artikel sebelumnya, namun kali ini saya akan mencoba untuk menulis lebih detil lagi. Banyaknya email yang masuk dan bertanya kepada saya membuat saya berpikir untuk mengulasnya melalui blog ini.

Seberapa sering ular itu harus dipegang?
Pertanyaan tersebut 
kerap kali ditanyakan oleh pe
hobi yang baru mulai memelihara ular. Untuk menjawabnya memang saya agak sulit karena memang tidak ada patokan yang pasti untuk hal ini. Yang jelas, jangan kita terlalu sering menyentuh ular peliharaan kita agar tidak menjadi stres namun juga jangan sampai jarang dipegang atau disentuh sehingga ular peliharaan kita menjadi galak karena tidak terbiasa dipegang. Tentunya hal ini tergantung kepada tiap-tiap ular itu sendiri dan juga tergantung dari jenis ular yg dipelihara. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan menyentuh ular yang baru saja makan, beri waktu beberapa hari setelah ular tersebut makan kenyang sebelum disentuh. Ular yang disentuh atau dipegang setelah makan bisa saja menjadi stres sehingga makanannya dimuntahkan kembali atau ada beberapa ular yang menjadi agresif setelah makan kenyang. Sebaiknya setelah dua atau tiga hari barulah kita pegang ular tersebut, sekali lagi saya tegaskan bahwa hal ini adalah tergantung dari kondisi ularnya. Apabila setelah tiga hari masih ada benjolan di perut ularnya maka belum saatnya untuk dipegang.

Jadwal pemberian makanan

Untuk jadwal pemberian makan pun tergantung dari jenis dan ukuran ular. Pada prinsipnya berikan umpan yang sehat dan bebas penyakit. Usahakan tiap kali makan porsinya cukup dan jadwal pemberian pakan tetap, misal: seminggu sekali atau dua minggu sekali. Untuk jumlah makanannya bisa bervariasi, namun yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai kurang atau terlalu kenyang. Untuk patokannya saya bisa berikan tips disini, yaitu: misalkan ular peliharaan anda mampu memakan 5 ekor bebek dalam satu kali makan, maka berikan cukup 4 ekor saja tiap kali makan. Intinya selalu kurangi dari porsi makan maksimalnya.
Untuk ukuran mangsanya usahakan ukurannya lebih besar sedikit dari kepala ularnya, makin besar makin baik, tentunya tergantung dari kemampuan ularnya. Jangan pula terlalu besar sehingga ularnya mengalami kesulitan atau bahkan tidak mau makan.
Untuk ular ukuran kecil yang ingin diberi makan ular tikus putih (rat), sebaiknya saat pemberian makan tetap terus dipantau, apabila tidak segera dimangsa lebih baik diambil dan diberikan lain waktu sampai ularnya benar-benar siap makan. Kenapa saya jelaskan? Karena tidak jarang justru ular tersebut yang digigit oleh si tikus putih (rat) tersebut. Saya sendiri memiliki pengalaman seperti itu, ular kobra kesayangan saya mati setelah kepalanya digigit oleh tikus rat yang saya berikan.
Bagi yang belum mengerti, bisa saya jelaskan bahwa tikus putih ada dua jenis, yaitu jenis kecil dan besar. Biasanya yang kecil disebut mice, jinak dan ukurannya tidak bisa besar dan yang jenis kedua ukurannya besar disebut rat, jenis ini ukurannya bisa sebesar tikus sawah dan galak.

sumber : http://tiwikodri.blogspot.com/2010/05/perawatan-ular-peliharaan.html


A. Ular Berbisa Tinggi


Jenis ular berbisa sebenarnya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan ular yang tidak berbisa. Ular berbisa biasanya tidak terlalu agresif karena mereka mengandalkan bisanya untuk melindungi diri dari musuh. Sebenarnya bisa ular lebih berfungsi untuk berburu mangsa saja.

1. Ular Weling (Bungarus Candidus)

Ciri-ciri fisik: Kepala oval, panjang tubuh dewasa sekitar 80 – 160 cm, warna kulitnya loreng hitam putih cerah dengan ukuran yang tidak seragam melingkar membentuk cincin, badan berpenampang bulat, bagian bawah putih polos, kelihatan mencolok di malam hari.
Habitat: Sawah, perkebunan, dekat pemukiman penduduk, perbukitan dataran rendah sampai pada ketinggian 1600 m dpl.
Makanan: Kadal, katak, tikus atau mamalia kecil lainnya.
Kebiasaan: Nocturnal (aktif pada malam hari), tidak agresif di siang hari, cenderung menghindar jika diganggu atau menyembunyikan kepalanya di bawah badannya dengan melingkar, sensitif dengan cahaya dan akan berusaha mendekti.
Tipe gigi: Ophistoglypha.
Racun dominan: Neurotoxin (menyerang sistem syaraf)
Efek pada luka gigitan: hampir tidak ada.
Efek racun pada tubuh: Sakit kepala, pusing, mual, muntah, sakit pada perut, pendarahan, pingsan.
Efek pada sistem syaraf: Menyebabkan kelumpuhan.
Efek klinis: Menyebabkan kematian, tingkat kematian karena tidak tertolong sekitar 60 – 70%






2. Ular Welang (Bungarus Fasciatus)

Ciri-ciri fisik: Kepala oval, panjang tubuh dewasa sekitar 110 – 213 cm, warna kulitnya loreng hitam kuning cerah dengan ukuran yang seragam melingkar membentuk cincin, badan cenderung segitiga (tidak bulat), kelihatan mencolok di malam hari.
Habitat: Hutan, persawahan, perkebunan atau di sekitar permukiman penduduk.
Makanan: Kadal, katak, ular, tikus atau mamalia kecil lainnya.
Kebiasaan: Nocturnal (aktif pada malam hari), tidak agresif di siang hari, cenderung menghindar jika diganggu atau menyembunyikan kepalanya di bawah badannya dengan melingkar, sensitif dengan cahaya dan akan berusaha mendekti.
Tipe gigi: Ophistoglypha.
Racun dominan: Neurotoxin (menyerang sistem syaraf)
Efek pada luka gigitan: hampir tidak ada.
Efek racun pada tubuh: Sakit kepala, pusing, mual, muntah, sakit pada perut, pendarahan, pingsan.
Efek pada sistem syaraf: Menyebabkan kelumpuhan.
Efek klinis: Menyebabkan kematian, tingkat kematian karena tidak tertolong sekitar 1 – 10%









3. Ular Luwuk (Trimeresurus Albolabris)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 40 – 100 cm, kepalanya berbentuk segi tiga, leher kecil, sisik kasar, mempunyai lubang sensor panas di antara mata dan lubang pernafasan, mata merah, warna kulit bawah hijau cerah sedangkan punggungnya agak tua, ekor merah dan runcing.
Habitat: Hutan bambu, semak-semak hijau, pepohonan hijau atau dekat sungai.
Makanan: Kadal, katak, tikus atau mamalia kecil lainnya.
Kebiasaan: Nocturnal (aktif pada mamal hari) dan semi arboreal (siang hari menghabiskan waktu di dahan pohon dan malam hari di daratan), tidak melarikan diri bila di pegang atau diganggu bahkan akan langsung menggigit.
Tipe gigi: Solenoglypha (taring bisa dapat dilipat.
Racun dominan: Hemotoxin (menyerang sel darah)
Efek pada luka gigitan: Sakit, bengkak, memar, terasa panas.
Efek racun pada tubuh: Sakit kepala, pusing, mual, muntah, sakit pada perut, pendarahan, pingsan.
Efek klinis: Berpotensi membahayakan, tingkat kematian karena tidak tertolong sekitar 1 – 10%







4. Ular Bandotan Macan (Vipera Russelli)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 100 – 150 cm, badan coklat dengan corak gambar membentuk oval tak beraturan, membesar diperut dan mengecil ke ekor serta leherjantan lebih besar dari pada betina, kepalanya berbentuk segi tiga, mempunyai lubang sensor panas di antara mata dan lubang pernafasan.
Habitat: Semak-semak daun kering, ladang pertanian, persawahan, daerah bebatuan, atau padang rumput pd ketinggian sampai 2000 m dpl.
Makanan: Kadal, katak, tikus atau mamalia kecil lainnya.
Kebiasaan: Nocturnal (aktif pada malam hari), mulai aktif pada sore hari, menangkap mangsa dengan cara menyergap (ambush), jika merasa terganggu akan cenderung diam dari pada melarikan diri dan akan mengeluarkan suara (hissing) yg sangat keras dengan di barengi dgn posisi siaga (“S” shape) mulai dari leher ke kepala. serangannya sangat cepat dan luka gigitan sangat dalam.
Tipe gigi: Solenoglypha (taring bisa dapat dilipat).
Racun dominan: Hemotoxin (menyerang sel darah)
Efek pada luka gigitan: Sakit, bengkak, memar, terasa panas.
Efek racun pada tubuh: Sakit kepala, pusing, mual, muntah, sakit pada perut, pendarahan, pingsan.
Efek klinis: Berpotensi mematikan, tingkat kematian karena tidak tertolong sekitar 10 – 20%









5. Ular Bandotan Jedor (Calloselasma Rhodostoma)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 50 – 110 cm, tubuh berwarna coklat dengan corak gambar seperti diamond, membesar diperut dan mengecil ke ekor serta leher, sisik kasar, kepalanya berbentuk segi tiga, mempunyai lubang sensor panas di antara mata dan lubang pernafasan.
Habitat: Semak-semak daun kering, ladang pertanian, persawahan, daerah bebatuan.
Makanan: Kadal, katak, tikus atau mamalia kecil lainnya.
Kebiasaan: Nocturnal (aktif pada malam hari) dan diurnal (jarang), cenderung aktif jika kelembaban meningkat, hampir tidak ada gerakan berarti untuk menghindari predator/manusia, tdk termasuk ular yang agresif namun siap menyerang jika di ganggu.
Tipe gigi: Solenoglypha (taring bisa dapat dilipat).
Racun dominan: Hemotoxin (menyerang sel darah)
Efek pada luka gigitan: Sakit, bengkak, memar, terasa panas.
Efek racun pada tubuh: Sakit kepala, pusing, mual, muntah, sakit pada perut, pendarahan, pingsan.
Efek klinis: Berpotensi mematikan, tingkat kematian karena tidak tertolong sekitar 1 – 10%









6. Ular King Kobra (Ophiophagus Hannah)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 200 – 559 cm, warna kulitnya hitam dengan cincin putih (tidah terlalu terang) di sepanjang tubuhnya.
Habitat: Hutan tropis, padang rumput terbuka, dataran rendah, sampai pada ketinggian 1800 m dpl.
Makanan: Utamanya ular dan kadal.
Kebiasaan: Diurnal (aktif pada siang hari), terestrial dan kanibal. termasuk ular yg tidak agresif, lebih memilih untuk lari jika di ganggu, namun jika terpojok maka ular ini akan menaikan tubuhnya tinggi2 sambil mengembangkan tubuh di sekitar lehernya (hood) dan akan mengeluarkan suara yg cukup keras.
Tipe gigi:
Racun dominan: Postsynaptic neurotoxins (menyerang sistem syaraf) yang dapat membunuh manusia dalam 3 menit.
Efek pada luka gigitan: sakit, bengkak, memar, cell mati (necrosis)
Efek racun pada tubuh: Sakit kepala, pusing, mual, muntah, sakit pada perut, pendarahan, pingsan.
Efek pada sistem syaraf: Menyebabkan kelumpuhan.
Efek klinis: Berpotensi mematikan, tingkat kematian karena tidak tertolong sekitar 50 – 60%









7. Ular Kobra Hitam/Ular Sendok (Naja Sputatrix)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 130 – 185 cm, warna kulitnya hitam legam (daerah blitar), leher coklat melingkar.
Habitat: Hutan, persawahan, perkebunan atau di sekitar permukiman penduduk, sungai.
Makanan: Kadal, katak, ular, tikus atau mamalia kecil lainnya.
Kebiasaan: Diurnal, terestrial, jika diganggu akan menyemprotkan bisa sebagai pertahanan.
Tipe gigi:
Racun dominan: Postsynaptic neurotoxins (menyerang sistem syaraf)
Efek pada luka gigitan: sakit, bengkak, memar, sel mati (necrosis)
Efek racun pada tubuh: Sakit kepala, pusing, mual, muntah, sakit pada perut, pendarahan, pingsan.
Efek pada sistem syaraf: Menyebabkan kelumpuhan.
Efek klinis: Kemungkinan terkena bisa tinggi dan berpotensi membahayakan






8. Ular Pudak Bromo (Rhabdophis Subminiatus)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 50 – 130 cm, tubuh berwarna dominant coklat dari kepala hingga ekor, leher berwarna jingga, merah menyala dan hijau, badan berbintik putih, bagian bawah berwarna putih
Habitat: Hutan, persawahan, perkebunan atau di sekitar permukiman penduduk, sungai.
Makanan: Katak, cicak, kadal.>
Kebiasaan: Terrestrial dan diurnal.
Tipe gigi: Ophistoglypha.
Racun dominan: Mixture of procoagulants.
Efek pada luka gigitan: Terasa sakit pada luka gigitan, memar, bengkak dan terjadi pendarahan.
Efek racun pada tubuh: Sakit kepala, pusing, mual, muntah, sakit pada perut, pendarahan, pingsan.
Efek klinis: Berpotensi menyebabkan kematian.


B. Ular Berbisa Menengah
1. Ular Sowo Bajing (Boiga Drapiezii)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 130 – 220 cm, warna kulitnya coklat muda.
Habitat: Hutan bakau, dataran rendah / kaki bukit hutan tropis, sungai.
Makanan: Burung, telur mereka sendiri, kadal, kodok, dan ular.
Kebiasaan: Arboreal sebagian besar nocturnal, sering kali melingkar / bergelantungan pd cabang pohon, sesekali mencari makan di dasar hutan.
Tipe gigi: Ophiestoglypha
Racun dominan: Belum diketahui.
Efek pada luka gigitan: Tidak terlalu sakit dan sedikit rasa panas pd luka.
Efek racun pada tubuh: Terasa seperti demam bagi yang anti bodinya kurang bagus.
Efek klinis: Kemungkinan terkena bisa menengah.




2. Ular Cincin Emas/Taliwongso (Boiga Dendrophila)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 120 – 250 cm, tubuh bagian dorsal berwarna hitam dengan garis-garis kuning atau putih disisi lateral dengan jarak satu garis dengan yang lain agak teratur, ada juga yang berwarna hitam putih, tubuh bagian ventral berwarna hitam atau kebiru-biruan, labial bawah berwarna kuning dengan garis-garis hitam kecil, mata bulat dengan pupil mata elips vertikal.
Habitat: Hutan bakau, dataran rendah / kaki bukit hutan tropis, sungai.
Makanan: Burung, rodent, kadal, kodok, ikan, dan ular.
Kebiasaan: Arboreal sebagian besar nocturnal, sering kali melingkar / bergelantungan pd cabang pohon, sesekali mencari makan di dasar hutan, perenang handal, jika diganggu akan membuka mulutnya cukup lebar dan membentuk posisi siaga dan jika menggigit maka mangsanya akan di kunyah untuk mengalirkan bisanya, juga dpt membunuh mangsanya dgn cara membelit.
Tipe gigi: Ophiestoglypha
Racun dominan: Belum diketahui.
Efek pada luka gigitan: Tidak terlalu sakit dan sedikit rasa panas pd luka.
Efek racun pada tubuh: Terasa seperti demam bagi yang anti bodinya kurang bagus.
Efek klinis: Kemungkinan terkena bisa menengah.




3. Marble Cat Snake (Boiga Multimaculata)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 70 – 120 cm, warna kulitnya coklat muda dengan totol-totol coklat tua.
Habitat: Hutan tropis, dataran rendah sekitar sungai / kali pd ketinggian 1700 m.
Makanan: Burung, telur mereka sendiri, kadal, kodok dan ular.
Kebiasaan: Arboreal sebagian besar nocturnal, sering kali melingkar / bergelantungan pd cabang pohon, sesekali mencari makan di dasar hutan, perenang handal, jika diganggu akan membuka mulutnya cukup lebar dan membentuk posisi siaga dan jika menggigit maka mangsanya akan di kunyah untuk mengalirkan bisanya, juga dpt membunuh mangsanya dgn cara membelit.
Tipe gigi: Ophiestoglypha
Racun dominan: Belum diketahui.
Efek pada luka gigitan: Tidak terlalu sakit dan sedikit rasa panas pd luka.
Efek racun pada tubuh: Terasa seperti demam bagi yang anti bodinya kurang bagus.
Efek klinis: Kemungkinan terkena bisa menengah.




4. Ular Kadut Air (Homalopsis Buccata)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 70 – 100 cm, tubuh bagian dorsal berwarna coklat kemerahan, kelabu kehijauan atau kelabu tua gelap sampai hitam, corak belang dengan bentuk yang tak beraturan, tubuh bagian lateral terdapat bintik-bintik putih, tubuh bagian ventral berwarna putih atau kuning dengan titik-titik hitam, terdapat garis hitam mata dan tanda hitam berbentuk V pada moncongnya, terdapat tiga bintik hitam pada kepalanya
Habitat: Sawah, sungai.
Makanan: Katak, ikan, reptile kecil lainnya.
Kebiasaan: Nokturnal (aktif pada malam hari).
Tipe gigi: Ophistoglypha, jika menggigit, giginya cenderung tertinggal
Racun dominan:
Efek pada luka gigitan: Tidak terlalu sakit dan sedikit rasa gatal pada luka.
Efek klinis: Kemungkinan terkena bisa ringan.




5. Ular Gadung Pucuk/Ulo Jangan (Dryophis Prasinus)
Ciri-ciri fisik: Tubuhnya panjang dan sangat kecil, panjang tubuh dewasa sekitar 80 – 200 cm, tubuh bagian dorsal berwarna hijau, hijau kecoklatan atau keabuabuan-coklat, saat ketakutan atau marah, bagian leher mengembang akan terlihat warna hitam putih dan biru, tubuh bagian lateral terdapat garis kuning atau putih, tubuh bagian ventral berwarna hijau, kepala panjang dengan dengan moncong meruncing , mata horizontal.
Habitat: Dataran rendah, hutan tropis, sungai.
Makanan: Burung, kadal, katak dan reptil kecil lainnya.
Kebiasaan: Diurnal (aktif pada siang hari), arboreal, dapat bergerak dengan cepat diantara semak atau cabang pohon dan juga sering di temukan pd dasar hutan (juvenile).
Tipe gigi: Ophiestoglypha.
Racun dominan:
Efek pada luka gigitan: Tidak terlalu sakit dan sedikit rasa panas pd luka.
Efek racun pada tubuh: Tidak ada efek yang berarti bagi manusia.
Efek klinis: Kemungkinan terkena bisa ringan.


C. Ular Tidak Berbisa

Ular yang tidak berbisa umumnya bersifat sangat gesit apalagi jika bertemu dengan makluk yang lebih besar karena mereka merasa takut, makanya mereka sering melarikan diri saat bertemu kita untuk menyelamatkan diri.
1. Ular Tampar /Tali Picis (Dendrelaphis Pictus)
Ciri-ciri fisik: Tubuh panjang dan kecil, panjang tubuh dewasa sekitar 70 – 100 cm, kepala oval, mata horizontal, lidah berwarna merah, warna kulitnya coklat dan ada 2 garis hitam memanjang dari kepala ke ekor, bagian bawah terdapat garis kuning memanjang hingga ekor.
Habitat: Pepohonan, hutan tropis, sungai.
Makanan: Katak, tikus, belalang, cicak, jangkrik.
Kebiasaan: Diurnal (aktif pada siang hari), dapat bergerak dengan cepat diantara semak atau cabang pohon dan juga sering di temukan pd dasar hutan (juvenile), muncul bintik putih di leher jika marah.
Tipe gigi: Aglypha
Racun: Hanya berbahaya bagi sesama ular.
Efek pada luka gigitan: Tidak terlalu sakit.
Efek racun pada tubuh: Tidak ada efek bagi manusia.



2. Ular Lare Angon (Xenochrophis Vittatus)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 50 – 75 cm, dengan sepasang pita coklat yang membujur di punggungnya (geminatus = berpasangan), warna punggung selebihnya coklat muda, dengan garis hitam putus-putus di bagian bawah.
Habitat: Semak-semak, kadang berjemur di atas pohon.
Makanan: Katak, tikus, burung.
Kebiasaan: Diurnal (aktif pada siang hari), gerakannya gesit, akan lari jika bertemu predator/manusia.
Tipe gigi: Aglypha.
Efek pada luka gigitan: Tidak terlalu sakit.



3. Ular Kayu/Priting (Ptyas Korros)

Ciri-ciri fisik: Tubuh bagian atas (dorsal) berwarna coklat atau coklat kehijauan, panjang tubuh dewasa sekitar 70 – 170 cm, sisik tubuh bagian belakang kuning dengan garis hitam disekeliling tiap sisiknya, tubuh bagian bawah (ventral) berwarna kuning, mata bulat, besar dan hitam, pada yang muda terdapat garis-garis putuh pada bagian tubuh atas (dorsal).
Habitat: Semak-semak, kadang berjemur di atas pohon.
Makanan: Katak, tikus, burung.
Kebiasaan: Diurnal (aktif pada siang hari), gerakannya gesit, akan lari jika bertemu predator/manusia.
Tipe gigi: Aglypha
Efek pada luka gigitan: Tidak terlalu sakit.



4. Ular Jali (Ptyas Mucosus)

Ciri-ciri fisik: Tubuh bagian dorsal berwarna coklat kekuningan atau kehijauan (olive), Terdapat garis-garis vertikal hitam pada begian kepala (bibir) dan belakang, Tubuh bagian ventral berwarna putih, Mata bulat, besar,hitam, Pada yang muda terdapat garis-garis terang pada bagian depan, Panjang ± 50 cm – 250 cm
Habitat : Darat (semak-semak), persawahan/ladang
Aktivitas : Diurnal (siang hari)
Makanan : Tikus, kodok, katak dan burung
Tipe gigi : Aglypa
Efek pada gigitan: tidak terlalu sakit





5. Ular Terawang (Elaphe Radiata)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 70 – 200 cm, tubuh bagian dorsal berwarna kekuningan, dengan empat garis longitudinal berwarna hitam pada bagian tubuh depan, tubuh bagian depan belakang berwarna kuning, tubuh bagian ventral berwarna kuning, terdapat garis hitam dari mata dan melintang pada bagian belakang kepala.
Habitat: Semak-semak, kadang berjemur di atas pohon.
Makanan: Katak, tikus, burung.
Kebiasaan: Diurnal (aktif pada siang hari), gerakannya gesit, akan lari jika bertemu predator/manusia, pada saat marah atau merasa terancam akan melipat bagian depan tubuhnya yang memipih seperti huruf S, lalu membuka mulutnya untuk menyerang.
Tipe gigi: Aglypha
Efek pada luka gigitan: Tidak terlalu sakit.



6. Ular Kadut (Acrochordus Granulatus)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 70 – 120 cm, kulitnya kasar namun tipis, warnanya belang hitam putih atau abu2 putih yang berpola garis vertikal.
Habitat: Persawahan dan sungai.
Makanan: Katak, ikan.
Kebiasaan: Nocturnal (aktif pada malam hari).
Tipe gigi: Aglypha
Efek pada luka gigitan: Tidak terlalu sakit






7. Ular Air (Xenocrophis Piscator)

Ciri-ciri : Tubuh bagian dorsal berwarna kuning atau coklat kehijauan (olive) dengan tanda hitam berbentuk S berwarna hitam pada sepanjang tubuhnya atau garis-garis longitudinal, Tubuh bagian ventral putih dan terdapat garis hitam pada tiap sisiknya, Terdapat garis hitam pada bagian belakang mata, Mata bulat besar, Bila marah ular ini akna memipihkan tubuhnya ketanah, Panjangnya ± 110 cm – 120 cm
Habitat : ½ perarian, dekat kolam, sungai, sawah
Aktivitas : Diurnal (aktif pada siang hari)
Makanan : Katak dan ikan
Tipe gigi : Aglypha
Efek pada luka gigitan: Tidak terlalu sakit



8. Ular Pelangi (Xenopeltis Unicolor)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 70 – 100 cm, Tubuh bagian dorsal berwarna coklat atau kehitaman jika tubuhnya terkena sinar matahari akan memantulkan warna pelangi, tubuh bagian ventral berwarna putih, kepalanya pipih, mata bulat besar.
Habitat: Sawah, ladang subur.
Makanan: Katak, ular, cacing.
Kebiasaan: Nocturnal (aktif pada malam hari).
Tipe gigi: Aglypha
Efek pada luka gigitan: Tidak terlalu sakit.



9. Ular Serasah (Sibynophis Geminatus)

Ciri-ciri fisik: Tubuhnya kecil, panjang tubuh dewasa sekitar 50 – 70 cm, ciri utamanya terletak pada kalung tebal berwarna kuning jingga di tengkuk, dengan sepasang pita kuning agak jingga kecoklatan yang membujur di punggungnya (geminatus = berpasangan), warna punggung selebihnya coklat tua kemerahan, dengan garis hitam halus putus-putus di antara warna coklat dengan pita kuning, kepala coklat muda, dengan bibir atas berwarna putih menyolok, sisi bawah tubuh (ventral) kuning di bawah leher, kuning muda sampai putih kehijauan di sebelah belakang; dengan bercak-bercak hitam beraturan di batas lateral, iris mata berwarna kekuningan.
Habitat: Ladang subur, rerumputan.
Makanan: Katak kecil dan kadal.
Kebiasaan: Diurnal (aktif pada siang hari), ular ini kerap menyusup-nyusup di serasah atau rerumputan sehingga jarang teramati, gesit.
Tipe gigi: Aglypha
Efek pada luka gigitan: Tidak sakit.



10. Ular Sowo Kopi (Elaphe Flavolineata)

Ciri-ciri fisik: Tubuhnya kecil, panjang tubuh dewasa sekitar 70 – 140 cm, tubuh bagian dorsal berwarna coklat atau keabu-abuan dengan tanda hitam persegi panjang yang belang dengan putih bagian depan, terdapat garis hitam longitudinal pada bagian vertebral (tulang belakang), tubuh bagian belakang berwarna coklat gelap atau hitam, tubuh bagian ventral berwarna kuning, coklat atau kehitaman.
Habitat: Ladang kering, perumahan warga.
Makanan: Katak dan kadal.
Kebiasaan: Diurnal (aktif pada siang hari), pada saat marah atau merasa terancam akan melipat bagian depan tubuhnya yang memipih seperti huruf S, lalu membuka mulutnya untuk menyerang
Tipe gigi: Aglypha
Efek pada luka gigitan: Tidak sakit.



11. Ular Sanca Batik/Puspo Kajang (Python Reticulatus)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa dapat mencapai 1500 cm, tubuh bagian dorsal kekuning atau coklat dengan corak seperti jala (jajaran genjang) dengan warna hitam pada bagian dalamnya dikelilingi warna kuning, tubuh bagian ventral berwarna kuning, terdapat garis hitam memanjang dari bagian belakang mata, kepala berwarna kuning dengan garis hitam tepat pada tengah, mata bulat dengan pupil mata elip vertikal.
Habitat: Darat, hutan tropis dan dekat sungai (air).
Makanan: Mamalia dan unggas.
Kebiasaan: Nocturnal (aktif pada malam hari), membunuh mangsa dengan membelit..
Tipe gigi: Aglypha
Efek pada luka gigitan: Dapat menyebabkan luka yang serius.



12. Ular Sanca Kembang (Python Molurus)

Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa dapat mencapai 800 cm, tubuh berwrna abu – abu hitam dengan corak gambar membentuk kotak tidak beraturan dgn garis tepi berwarna abu – abu, tubuh bagian ventral berwarna putih, kepala oval berwarna coklat dengan garis kunig atau abu – abu di pinggirnya, mata bulat dengan pupil mata elip vertikal.
Habitat: Darat, hutan tropis dan dekat sungai (air).
Makanan: Mamalia dan unggas.
Kebiasaan: Nocturnal (aktif pada malam hari), membunuh mangsa dengan membelit..
Tipe gigi: Aglypha
Efek pada luka gigitan: Dapat menyebabkan luka yang serius.

★ morph : amelanistic kalo kata orang bule mah hehe
★ size : sekitar 65 cm
★ diet : baby rat, jumper dan pingkis yang berbulu (boleh test makan)
★ tempramen : jinak
★ sex : unsex aja biar aman
★ motif : nilai aja yaaaa
★ kondisi : sehat, mulus dan pastinya terawat


Minat PM aja
BBM : 73D2EE72
Whatsapp : 083898686929 (khusus WA)
Phone : 0812 8632 7475
LOKASI : jakarta timur (condet)
HANYA MENERIMA COD DAN TIDAK KIRIM KIRIM

FS / Barter : GTP Biak beby (kuning)
=>Panjang kira-kira 80cm (kurang maaf)
=>mulus, sehat & terawat
=>makan lancar jaya (mencit afkir 1 ekor /minggu)
=>karaker khas GTP (jail, tp aman handle)
=>Harga bosen 450rb Nett
=>Barter silahkan ajukan saja (selain Muspan, gecko, salva, retic & porosus)


Domisili Serang - Banten, No PM, No tipu-tipu, no Gembel.
Serius langsung call / chat me aja.
Cp : 089650555572
Pin : 74709b81

FOR SALE

1. retic jawa dominant silver makan joss ( @300k) net eks ongkir
2. retic jawa cerah code 1 = 400k net eks ongkir
3. retic jawa cerah code 2 = 400k net eks ongkir
4. retic jawa cerah code 3 = 400k net eks ongkir
size : all 100cm up
makan : di test 2x mencit & anak bebek masuk
karakter : mungkin sering khilaf harap di maklum masih anak2
5. super red blood stripe fresh WC = 550k
6. tegu bw columbian minus tailtip udah numbuh yeyyy


pin : 324DECD3 - sms : 085216216701
Lokasi Banten
pic lain silahkan kunjungi profile ane di album market
kirim2 ok, pakai rekber juga OK

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.